Sabtu, 17 Januari 2015

Review SDIT Ibnu Sina Duren Sawit

Pagi ini menyempatkan diri survei ke SDIT Ibnu Sina karena dape bisikan bagus tentang SDIT ini. Foto candid menyusul ya karena masih ada di tablet.

Ancer-ancernya dari jalan raya BKT sekitar 100meter masih masuk kedalam. Info dari satpam dan guru setempat sih areal situ ga macet di jam masuk dan pulang sekolah, padahal ada beberapa sekolah juga di sekitar situ. Ada website resminya juga...silahkan meluncur ke www.ibnusina.com

Kita review fasilitas dan sistem belajarnya dulu ya :
  1. Memasuki gerbang terlihat gedung sekolah yang tingkat 3. Lantai 1 berisi musola cukup besar, ruang guru, koperasi, kelas 1, toilet, ruamg wudhu.
  2. Ruang guru wanita terpisah dengan ruang guru pria. Ruang kepala sekolah gabung di dalam ruang guru pria, jadi asumsi mama JaGung kalau kepala sekolahnya adalah pria hehehe
  3. Ruang koperasi cukup nyaman, pembelian seragam, buku dan supporting tools lain ada disini.
  4. ruang kelas cukup besar dan nyaman, di dalam kelas anak2 harus melepas sepatunya. Perlakuan khusus untuk kelas 1 karena masih masa peralihan TK ke SD yaitu pada saat kegiatan shalat Dhuha dilakukan di dalam kelas sehingga dibimbing dan diawasi langsung oleh gurunya. Untuk kelas yang lebih besar, shalat Dhuha dilakukan di musola. Dan khusus kelas 1 pada saat jadwal makan siang (istirahat kedua) ada guru yang tetap stay di kelas untuk mengawasi dan memastikan anak2 makan.
  5. Ruang wudhu cukup luas, Toilet ada 4 buah dan selalu ada office boy yang menjaga kebersihan ruangan ini.
  6. Lantai 2 berisi kelas 2 dan 3, lantai 3 berisi kelas 4, 5 dan 6.
  7. Kantin ada didalam dan dikelola sekolah. Pada saat jam sekolah pagar ditutup jadi anak2 tidak jajan diluar dan semua mobil dan motor parkir diluar juga.
  8. Ekskul banyak dan di awasi sekolah langsung. misalnya saja futsal, lokasinya diluar sekolah tapi berangkat di organisir sekolah bersama-sama. Sabtu libur.
  9. Setiap 3 bulan ada kelas parenting untuk semua orang tua murid dari kelas 1-6.
  10. Catering dan jemputan dikelola sekolah.
Nah sekarang informasi untuk penerimaan siswa baru ya :
  1. Gelombang penerimaan terakhir adalah Januari 2015 ini. Formulir Pendaftaran gratis dan biaya seleksi tes masuk Rp. 375.000,-
  2. Tes Seleksi masuk : Tes oleh psikolog dan TIDAK ADA TES CALISTUNG
  3. Tes seleksi tanggal 6-7 Februari 2015
  4. Uang masuk total Rp. 18.500.000,--- Spp ; Rp. 779.000,
apalagi ya...foto brosur dan gedung menyusul yaaa...

Jumpa lagi di 2015

waaaw...long time no see my dearest blog....

Terakhir ngepost persis 1 hari sebelum papa Jagung berangkat ke Holland, alesannya cuma satu karena lappy nya di bawa papa Jagung. Lappy mama jagung rusak dan belum tau gmn cara ambil semua memori (baca: file) penting disana huhuhu

Buat sedikit penyemangat di 2015 :P

2 0 1 5
BELIEVE THAT ANYTHING IS POSSIBLE
START EACH DAY WITH GOALS
EAT MORE REAL FOOD
BUY GOOD BOOKS AND MAKE TIME TO READ THEM
DRINK WATER
EXERCISE DAILY EVEN WHEN IT SOUNDS LIKE A TERRIBLE IDEA
SHOP FOR QUALITY NOT QUANTITY
PURGE THE UNNECESSARY AND DECREASE CLUTTER
HUG THE ONES I LOVE
FIND THE BEST IN OTHERS
SHOW OTHER THE BEST IN ME

hAPPY nEW yEAR 2015 all

Sabtu, 23 Agustus 2014

Next Review SDIT Al Iman

SDIT Al Iman terletak di jalan Haji Naman dekat pertigaan Antara disebrangnya pool Blue Bird...hmmm udah plg gampang tuh ancer-ancernya.

Hasil tanya2 iseng sama satpam, karena memang ga terlalu serius surveinya karena lokasinya masuk daerah Bintara Bekasi. Mama Jagung prefer cari SD yang lokasi Jakarta aja sepertinya. But, anyway mungkin aja ada yang butuh sebagai bahan pertimbangan ya/

Jam sekolah :
Kelas 1-3 : 07.15-14.00
Kelas 4-5 : 07.15-15.20
untuk makan siang bisa ikut catering dari sekolah
Uang masuk tahun 2014 ini sekitar 8,7 juta

Fisik :
Bangunan sekolah standar bertingkat, gabung dengan TKnya. Ada Masjid juga yang cukup luas. Lahan parkir ada tapi sayangnya lapangan olahraga untuk aktivitas fisik anak2 menurut pendapat Mana Jagung sangat minimalis. Pas Mama Jagung lagi survei, kebetulan lagi ada anak2 yang olah raga dan terlihat sekali kalau lapangannya kurang memadai untuk aktivitas mereka.

Note tambahan :
Beberapa orang bilang kalau anak2 lulusan TK Al-iman ini rajin2 sholatnya sampai besar, entah faktor pengaruh dr sekolah atau memang tergantung dr anak dan keluarganya masing masing ya.

Disini juga ada TPA, murid selain Al Iman boleh ikut TPA ini. Jadwalnya sore setelah selesai jam belajar sekolah.

Lulusan SDIT Al Iman ini, mayoritas melanjutkan ke boarding School tapi ada juga yang ke SMPIT dan Sekolah umum lainnya sih.


Survei SDIT sekitaran Pondok Kelapa

Hai hai....gatel rasanya nih tangan sekian lama ga ngeBlog. Kali ini mau share hasil survei SD sekitaran Pondok Kelapa deh, persiapan buat tahun depan...

Ehem kita mulai dengan kriteria SD yang di incer dulu ya,

  1. Harus SDIT alias Sekolah Dasar Islam Terpadu, why? Papa Jagung n Mama Jagung sepakat kalau SDIT sesuai dengan kebutuhan perkembangan jaman....ketinggian ya bahasanya hehehe intinya sih kami ingin Islamic Basic Character terbentuk selama 6 tahun di SDIT dan akan mengakar sampai dewasa. Sesuai juga sama karakter Zuar yang "keras" dan mulai kenal main. Jadi dari pada Zuar kebanyakan main bareng teman2 yang pulang sekolahnya jam 10 pagi mending di isi waktunya dengan lebih berbobot.
  2. Jarak tempuh Sekolah dan rumah, Demi efektifitas waktu dan energi untuk anak seusia Zuar, so better tidak lebih dari 30 menit jrak tempuhnya.
  3. Pilihan Ekstrakurikuler, selain Basic Islamic Character diperlukan juga Life Skill. Nah hal-hal kaya gini bisa di dapatkan dari Ekskulnya deh atau cari2 kegiatan lain di luar sekolah.
  4. Biaya Sekolah yang reasonable dan ga overprice, tergantung kualitas pengajar dan fasilitas sih.
Nah dari kriteria di atas, mulailah pengumpulan data. 

1. SDIT Ar Ridho, di komp PTB Pondok Kelapa;
2. SDIT Al Iman, di Jalan Antara;
3. SDIT Al Halimiyah, di Jalan Raya Pondok Kopi;
4. SDIT Al Manaar, di Jalan Lampiri;
5. SDIT Darul Ma'arif, di Jalan Padat Karya;
6. SDI Embun Pagi, di kalimalang Kapin;
7. JISc alias Jakarta Islamic School, di Curuq/Kodam kalimalang.

Kita mulai review ya

1. SDIT Ar Ridho

Fisik : Lokasi di tengah perumahan, bener-bener di sebelah sekolahnya adalah rumah. Lapangan parkir tidak memadai tapi ga pengaruh juga sih karena anak2 SD kan memang ga bawa kendaraan sendiri kecuali sepeda. Mesjid ada 2 tingkat dan digunakan juga untuk lokasi belajar jadi tidak di kelas terus. Toilet standar tapi lumayan bersih. Kelas ber AC. Lapangan olahraga tidak ada tapi menggunakan lapangan olahraga di 
Komp. PTB. 

Kurikulum : Diknas dan Islamic Program, yaitu penerapan qiroati sampai level 6 dan anak2 diharapkan bisa hafal 6 Juz pada saat lulus nanti. Sempet ngintip di kelasnya, guru2nya mengajar dengan metode fun learning.

Biaya : Total uang masuk tahun 2014 sekitar 11jtan sudah termasuk buku paket 1 thn+seragam+ekskul+kegiatan. Sumbangan gedung bisa diplih sesuai kemampuan tapi minimal 3jt hehehe
SPP 700rb/bln. Ada jemputan juga disini.

Tes Masuk : Daftar mulai Januari akhir, tes calistung, hijaiyah, tes psikologi. Kuota untuk anak diluar TK Ar Ridho cm 20% hiks

Lain-lain : Jam sekolah 07.00-14.00, kecuali hari jumat sampai jam 11 (sudah termasuk ekskul pramuka)
Ekskul wajib Pramuka setiap Jumat, ekskul pilihan ada melukis, sempoa, futsal (kelas 2).

ini baru review 1 sekolah aja udah panjang banget ya. Terusin besok aja ya. Many things i've to do nih...




Kamis, 23 Januari 2014

Pindang Kecap Bandeng Presto

Setelah sekian lama nyoba segala resep bandeng akhirnya nemu yang sreg, subjektif sih pengertian sregnya hehehhe Dan yang terpenting adalah menu ini bisa dimakan Zuar yang belum bisa makan pedes jd mama Jagung ga masak 2 kali hehehe ini penampakannya yaaaa

Resepnya :

Bahan :
Ikan Bandeng ukuran sedang 2 ekor masing-masing potong 4pcs, di kasi jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis

bumbu halus :
Bawang merah 8 buah
Bawang putih 3 buah
jahe 2cm
ketumbar secukupnya
lada secukupnya
garam secukupnya

Bumbu lain:
sereh 2 batang di geprek
lengkuas 2 cm di geprek
daun salam 3 lembar
Air asam 3 sendok makan
Kecap 3 sendok makan

Cara membuat :
1. Tumis bumbu halus dan masukkan sereh, lengkuas dan daun salam sampe keluar aromanya.
2. Siapkan panci presto, masukkan bumbu yang telah ditumis tadi, air secukupnya, kecap dan air asam.  
    Masukkan ikan sampe terendam air.
3. Presto kurang lebih 1,5 jam. Kalau masih kurang empuk durinya bisa di presto lagi.
4. Sajikan dengan nasi hangat

 Tips.
1. Hilangkan insang di kepala ikan krn sangat mempengaruhi bau amis ikan;
2. Kalau ingin rasa pedas, bisa di tambahkan cabe rawit yang dihaluskan bersama bumbu halus lainnya;
3. kuncinya agar duri ikan bisa empuk sempurna, ikan harus terendam air bumbu.

Rabu, 20 November 2013

Trial and error Orange Pudding

Malam...mau share salah satu keisengan mama JaGung ya hehehee. Gara-gara liat ada jeruk sunquis yang montok alhasil selesai dimakan kulitnya disimpen buat iseng besok .....Taraaaa ini hasilnya...
resepnya sama seperti bikin pudding biasanya cm ditambah perasan air jeruknya biar tambah suegeeer

Selasa, 19 November 2013

Demam Dengue? Demam Berdarah Dengue? Demam Thypoid?

...Kalau belum kejadian belum serius untuk belajar... penggalan kalimat diatas termasuk kategori quote ga sih hehehe yaa tapi beneran loh...kl JaGung Junior (baru 1 junior:p) beberapa waktu lalu ga ngedrop, JaGung ga bakalan beneran belajar untuk caritau apasih demam dengue? Demam Berdarah Dengue dan demam thypoid itu, apa bedanya, tatalaksananya dst deh pokonya... Cerita awalnya...rutinitas JaGung Junior pulang sekolah (baru TK A) seperti biasa adalah ganti baju, bersih2, makan trus tidur siang trus pesen untuk dibangunin sama mama JaGung pas jam kartunnya mulai. 10 menit sebelum jam kartunnya, mama JaGung susul ke kamar, dengan mata aga merah dan berair sambil pasang muka lemes dan mau nangis..aga bingung jg padahal biasanya kl bgn tidur seger dan semangat krn udah ditunggu sama kartun kesayangan. aah mungkin mau flu karena kliatan hidungnya berair coba di observasi dulu. Ternyata semakin sore semakin rewel dan ngeluh pusing..akhirnya mutusin tidur lebih cepet biar bsk pagi segeran (masih proses observasi). Semalaman tidur ga tenang bolak balik, pas diukur suhunya udah 38an...mama JaGung kaget plus jd ga bs tidur smlman. Sampai pagi pun msh blm ada kemajuan, akhirnya pagi itu diputuskan meliburkan JaGung Junior dari sekolahnya. Singkat cerita sampai hari sabtu masa observasi blm ada kemajuan padahal minum msh oke walaupun makannya sedikit tapi tetep ada yg masuk sih, akhirnya memutuskan untuk tes urin rutin untuk menyingkirkan kemungkinan ISK. Sabtu sore hasil tes urin rutin menyebutkan kl ada bakteri dalam urine JaGung Junior akhirnya malam itu kami ke dokter untuk diagnosa lebih lanjut. Di tempat di dokter di cek semuanya dan dilihat hasil lab urinr rutinnya, dokter bilang bukan ISK krn nitritnya negatif...diagnosa sementara adalah faringitis dan di oleh2in rujukan untuk cek darah juga kl bsk belum ada perubahan. Minggu pagi belum ada perubahan, justru makin mengkhawatirkan karena JaGung Junior tidurnya mengigau, bibir kering, ngeluh seluruh badan pegal, lemas dan tiduran terus, tolak makanan juga...akhirnya call clinik utk ambil sampel darah di rumah berdasarkan rujukan dokter semalam. Nah proses ambil sampel darah ini cukup mengerikan bagi kami (baca: ga tega)krn darahnya susah diambil krn nadinya msh kecil dan kurang cairan (dehidrasi ringan) baca disini untuk tau detailnya ya. Singkatnyasore hasil lab keluar dan positif thypoid, trombosit normal. Minggu malam langsung bawa hasil lab ke klinik terdekat dan langsung di rujuk ke rumah sakit, akhirnya langsung menuju UGD RS Islam Pondok Kopi yang terdekat sambil bawa surat rujukan dokter klinik. Sampai UGD, diperiksa dokter jaga langsung deh di infus untuk tatalaksana pertama hiks hiks papa JaGung langsung cari kamar untuk inap huhuhu
singkat cerita, diagnosa dokter mengarah ke Demam Dengue dan Thypoid Mama JaGung kasi link aja ya untuk bedanya Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue...penyebabnya sama tp beda sakitnya baca disini kalau yang ini link untuk Thypoid ya disini monggo di ubek2 biar makin fasih belajarnya (sebelum eh jangan sampai kejadian tentunya) dari kejadian ini banyak yang bisa di jadi pelajaran : 1. Observasi awal saat anak drop, kelihatan mau sakit itu penting krn dokter sesungguhnya untuk anak ya orangtuanya sendiri. Ga kebayang kl hari pertama demam lgsg di bawa berobat pasti lebih lama "nginepnya" trus jadi makin besar kemungkinan terinfeksi bakteri nosokomial...bs di baca di linknya bunda dokter wati ya 2. Kalau sebelum kejadian ada case yang menimpa org lain mbok ya diserisin dibaca gitu hehehe (talk to myself loh yg ini hehehe) 3. Ternyata Idul Adha bukan cm sekedar berkurban kambing atau sapi...tapi maknanya brasaaaa bgt iyalah wong lebaran di RS mah kan ga enak ya 4. Akhirnya nemu eyang dokter yang cocok sama zuar di RS itu dan udah dpt alamat praktek rumahnya juga lagi hehehe 5. Sehat itu nikmaaat hehehe udah dulu ya ceritanya